di antara sang waktu
ketika black out mampir
timbunan ke-putus-asa-an pun hadir
sambil berusaha keras mengingat detik-menit yang
tidak tercatat dengan sukses di lembar memori
tiket parkir tidak pernah ditemukan
entah jatuh atau salah taruh, atau
mencari alasan mengapa berdiri di depan lemari
setelah bergegas turun melewati 2 anak tangga,
mengapa saya ada di sana? atau
menghabiskan waktu mengecek semua saku
baju, celana, jaket, laci, tas,
hanya untuk mencari kunci
yang seakan tak pernah ada
ketika black-out mampir
saya tidak tahu kenapa detik-menit itu
tidak sempat tercatat di memori saya
apakah baterenya mati sesaat?
dasar pelupa!
mumpung black out belum mampir:
“SELAMAT TAHUN BARU!!!”




