Friday, May 26, 2006

Peristirahatan yang Terakhir

Sahabatku tersentak ketika kemarin obrolan kami berbeda dari biasanya.
Aku banyak bicara tentang kematian.

Dulu, aku selalu menghindar. Mungkin seperti dia saat berbincang denganku.
Selalu berusaha mengalihkan.

Hmm.. tepatnya bukan tentang kematian.
Tapi tentang tempat peristirahatan terakhir.



Pengalaman kepergian seorang sahabat, membuka perbincangan ku dengan kekasih.

"Ini yang ingin selalu aku tanyakan."

Dia menatapku dengan penuh sayang.

"Kamu ingin beristirahat di mana? Di sini, atau di Indonesia?"

Dulu,
lagi-lagi,
aku akan mengangkat bahuku. Menggelengkan kepala. Mengalihkan pembicaraan dan berucap, "Tidak Tahu."

Tapi saat ini, aku tahu harus menjawab apa.

"Kalau aku pergi lebih dulu, aku ingin selalu dekat denganmu."

"Aku pun demikian. Kamu tak perlu pulang ya."

Kami tersenyum.

ps. tulisan di atas, saya tulis 3-4 jam sebelum musibah Jogja. turut berduka.

32 comments:

  1. *speechless*
    mbak sa, semoga kakanya baik2 yah di jogja.
    met weekend, mbak sa.

    ReplyDelete
  2. Apa kabar sa??
    Aduh tema tulisan, kok ya mirip sama yg akhir2 ini sering gw omongin ama Tom, ttg tempat istirahat terakhir (takut kalo ada apa2.. kalo nanti due date-nya tiba :( Moga2 semuanya baik2 aja, yg di Jogya, di Jkt juga yg di Sini... GBU semua :o)

    ReplyDelete
  3. Iya, Mbak. Alhamdulillah teman dan 'teman'-ku yang di Jogja baik-baik saja. Kecuali dia harus ikut merawat korban-korban luka di RS. Sarjito sana.

    Mungkin boleh disalahkan karena aku hanya bisa mengucapkan bela sungkawa karena tempat yang cukup jauh, mungkin juga bisa disalahkan kalo aku hanya bisa mengatakan 'innalillahi wa inna ilaihi raaji'un' karena aku nggak merasakan langsung bagaimana beratnya peristiwa itu, tapi kondisinya memang demikian. Orang yang mengalami akan merasakan sesuatu yang lebih nyata daripada orang yang menyaksikan saja. Wallahu a'lam.

    Semoga semuanya bisa lebih baik hari ini, esok, dst. Aamiin.

    **btw, mbak. aku kehilangan ID dan password di blogfam. Sepertinya jg ada masalah dengan email yang kupake. Tolong di-cek-in ya? Trims. I don't know where to find any helps but you.**

    ReplyDelete
  4. wah saaa semoga keluargamu aman2 aja ya .. gimana udah ada berita kah ??

    btw makasiiih yaa ucapan bdaynyaa ... *hugz*

    ReplyDelete
  5. Semoga kita bisa memetik hikmah dibalik semua ini yah mba... ada keluarga di jogja? teriring doa kami agar mereka selalu dalam lindunganNya, amin.

    ReplyDelete
  6. iya ya mbak. yg penting tu dikuburkan di suatu tempat sedemikian rupa sehingga orang2 tersayang kita tu bisa mudah mengunjungi/ziarah.

    ReplyDelete
  7. siapa yang sangka ya sa...mikirnya ke utara, selatan yang bicara...*ttg posting di blogfam, terserah sa aja..makasi banyak *

    ReplyDelete
  8. mba..
    saya masih diberi kesempatan hidup sampai sekarang, tapi belum tahu nanti, karena katanya merapi akan meletus dengan dasyat dalam waktu dekat...
    pada akhirnya tempat peristirahatan terakhir mungkin hanya harapan bagi para korban bencana ;))

    ReplyDelete
  9. Mbak Sa gimana keadaan keluarga di yogya? semoga baik & selamat, sedih ya ga nyangka korban smp ribuan:(

    ReplyDelete
  10. aku pernah kecleplosan pengin "beristirahat" di Jogja. saat pasca gempa ini ada isu mau ada gempa susulan yg lebih besar... hanya pasrah dan berdoa saja..... moga tidak ada gempa susulan.

    makasih perhatiannya :)

    ReplyDelete
  11. hiks sedih yah postingan ini..
    saya cm bs bantu doa :)
    sabar ya sist..

    ReplyDelete
  12. semoga mbak sa & keluarga selalu dalam lindunganNya dari segala musibah, amin.

    ReplyDelete
  13. ada banyak sodara di sana..
    walaupun tidak rusak parah atau semuanya selamat dari musibah itu, aku masih bersedih untuk banyaknya korban, untuk banyaknya kesediah dan kedukaan di sana...
    semoga masyarakat yogya yang terkena musibah, diberi kekuatan dan ketabahan

    ReplyDelete
  14. Duh Gusti....
    Kita memang cuma bisa pasrah ya mbak....
    Cuma bisa berdoa semoga semuanya selamat...

    ReplyDelete
  15. Gw juga pernah ngobrolin hal yang sama dengan yayank, diakhiri dengan air mata yang berlinang. Ga sanggup gw untuk bicarain hal itu lagi.
    Semoga keluarga kamu di Yogya baik2 aja..

    ReplyDelete
  16. Maksudku pindah blog sa, bukan pindah rumah...hehehe. Pindah ke blogspot lagi.

    ReplyDelete
  17. Maksudku pindah blog sa, bukan pindah rumah hehehe. Pindah ke blogspot lagi.

    ReplyDelete
  18. Ye...sampai lupa, http://noenky-makerot.blogspot.com

    ReplyDelete
  19. semoga semua dalam keadaan baik-baik saja. Amien :)

    ReplyDelete
  20. Salut
    Mbak yg satu ini, biarpun sibuk, husband jadi nomor satu yaaa
    siip deh, patut aku tiru nih..

    ReplyDelete
  21. hmmm... ga tau deh mo ngomong apa.. semoga semuanya baik2 ajah..

    ReplyDelete
  22. Aku jg akhir2 ini koq banyak ngomongin masalah kematian ya?! terlebih setelah Jogja dilanda duka mendalam.
    Selalu ada rencana indah yg disiapkan-Nya utk kita yg terkadang tdk kita ketahui.
    Semoga Saudara2 kita di sana tetap diberi kekuatan dan ketabahan serta kesabaran ya mbak!!

    ReplyDelete
  23. Aku jg akhir2 ini koq banyak ngomongin masalah kematian ya?! terlebih setelah Jogja dilanda duka mendalam.
    Selalu ada rencana indah yg disiapkan-Nya utk kita yg terkadang tdk kita ketahui.
    Semoga Saudara2 kita di sana tetap diberi kekuatan dan ketabahan serta kesabaran ya mbak!!

    ReplyDelete
  24. Bapak dah berangsur baik. Aku sekarang senasib dengan mbak, hanya bisa memantau dari jauh.

    ReplyDelete
  25. gimana kabar ente, mbak? baik2 saja to?

    ReplyDelete
  26. (Sewon-Jogja) semalaman begadang, baru mau tidur, pas jam 05.50 ngerebahin badan, merem melek.. gak lama goncangan dasyat datang tanpa persiapan diri. sock, blank. gak tahu mau ngapain?? hmmm dan tersenyum, diantara reruntuhan tembok kamar. lecet2, memar, darah ngalir sedikit dikaki..melihat sekeliling sebagian rumah roboh, orang2 lari ketakutan. hmmm baru sadar teryata gempa, dan menjadi korban..lalu berdiri, jalan pelan2 dengan kaki terpincang2, juga kemarah yang luar biasa (bukan karena sakit
    ). dengan kesadaran penuh, saya mengambil karton dan kertas disebelah ruangan rumah yang tidak roboh, masih sempat saya melihat jam dinding yang tergantung mati "pukul 05.55" hmmm cuma bisa senyum lagi, lalu saya menulis sesuatu dikarton, kemudian menempelnya didepan persis pintu rumah... "I'm Ok! saya selamat!" disekeliling orang2 lari ketakutan, nangis histeris. saya menghela nafas.. baru bergerak, ngebantu tetangga2 yang kerubuhan rumahnya yg ambyar (rata sama tanah) "jangan bicara tentang kematin, jika hanya jadi wacana untuk menghilangkan ketakutan" fuck!! tersenyumlah dan berbahagia, bahwa anda masih selamat..

    ReplyDelete
  27. Peristirahat terakhir yang paling enak kayakanya di hati sodara2, teman2 kita mba.

    ReplyDelete
  28. ..touching..

    mbak sa, Tuhan selalu besertamu dan yang terkasih..

    ReplyDelete
  29. sedih emang kalow ngeliat bangsa kita ko ditimpa bencana terus-terusan, tapi mudah-mudahan hikmahnya bisa membuat bangsa kita lebih kuat :)

    mbak sa, tengs banged yah buat ucapan slamat dan doanya tempo hari :)

    ReplyDelete
  30. Waaa...smoga tidfak terjadi apah=apah.

    ReplyDelete
  31. saya jd berfikir, jika nyawa tak bersama jasad, masih bisakah kita berkehendak dan berharap dimana kita akan beristirahat? :)

    makasih ucapan dan doanya mba.. dan met cuti juga :D

    ReplyDelete