Saturday, February 14, 2004

Cerita Valentine-ku

Seorang kenalan pernah bertanya, "Kamu percaya tidak, jika kita bisa jatuh cinta sebelum bertemu muka. Jatuh cinta sebelum melihat seseorang dalam wujud nyata. Jatuh cinta hanya lewat kata-kata yang tertuliskan saat chatting atau emailing?" 

Aku katakan padanya,"Percaya."

Dia melenguh, "Mmm.. aku gak tuh. Jangan sampe, deh. Hanya bikin hati kamu sakit nantinya."

Lalu dia berlalu begitu saja.

"..mungkin dia baru saja kesal," ujarku dalam hati.

Aku jadi teringat akan sebuah film "You've Got Mail" (Meg Ryan dan Tom Hanks). Perkenalan di ruang chat, berlanjut dengan saling mengirim email. Saling berbincang, saling berbicara, bertukar pikiran online. Dan kemudian saling kangen, saling menanti, dan akhirnya jatuh cinta. Yah, kenapa tidak ya. Mungkin saja terjadi, kan. 

Tapi juga mungkin terjadi, akan banyaknya kebohongan di sana. Yang mungkin saja baru dialami kenalanku tadi. Mmm.. semua kembali pada diri masing-masing, bagaimana kita bisa menilai seseorang. Dan bisa menjaga diri.

Aku percaya bahwa kita bisa jatuh cinta dengan seseorang di seberang sana lewat sarana chatting ataupun emailing.
Aku percaya bahwa cinta bisa tumbuh melalui pertukaran kata-kata yang tertulis.
Aku percaya itu,
karena aku mengalaminya.

"He's got mail".. mungkin itu judul yang cocok bagi cerita kami. Cerita yang bahkan terjadi sebelum film di atas dibuat.

Email yang kukirimkan ke head office di seberang lautan, jatuh ke alamat email yang salah. Tapi toh dibalas oleh si penerima. Dari rasa bersalah karena salah orang, hingga saling menyapa dan berkirim email tiap hari. Kemudian tumbuh rasa kangen jika datang weekend, timbul rasa was-was jika tak ada kabar berita.

Hingga di satu Valentine, aku mendapatkan paket dari negeri sebrang. Sebuah boneka koala. Sahabatku bilang, "Kado di hari Valentine, punya arti yang lebih loh." Saat itu aku hanya tersenyum. Bagiku sudah wajar seorang teman ingin memberikan sesuatu di hari Valentine. Ternyata aku salah. Karena di kemudian hari aku tahu, dia mengirimkan itu untuk membuktikan bahwa perasaan sayangnya terhadapku juga mendapatkan tanggapan yang sama. Emailku yang menyatakan suka akan koala itu, membuatnya makin yakin bahwa aku juga punya perasaan yang sama terhadapnya.

Dan waktupun berjalan, rasa sayang dan cinta kamipun semakin tumbuh subur. Hingga kini, koala kecil itu masih ada padaku. Masih terus mengikuti kemana saja kami pergi. Ternyata, hari Valentine yang pernah kuanggap biasa saja, toh ada ceritanya juga.

Selamat hari Valentine
Mudah-mudahan cinta selalu hadir dalam hati kita masing-masing

ps. cerita tentang valentine bisa dibaca di sini