Friday, January 23, 2004

Senyum Monalisa

Monalisa' Smile, sebuah film dibintangi oleh Julia Roberts, bercerita tentang seorang dosen yang tidak saja mengajar di depan kelas tetapi juga berusaha menjadi seorang teman bagi muridnya. Cerita ringan dengan latar belakang kehidupan di tahun 1953-1954.

Yang membuat aku ingin menulis bukan tentang Julia Roberts, tapi karena film ini mengingatkan akan study yang telah kujalani dan akan apa yang telah kulewati. Ternyata, aku tak pernah menjadi guru, walaupun telah melewati 5 tahun pendidikan. Mmm.. entah mengapa, pikiran ini baru mengusik, kenapa aku tidak menjadi guru? 3 bulan setelah lulus, pekerjaan yang kuterima malah menjadi resepsionis, dan 3 bulan sesudahnya menjadi administrator bahkan hingga pindah ke luar negri karena mengikuti sang kekasihpun aku bekerja bukan menjadi guru. 

Aku tak akan menyalahkan pendidikan Indonesia yg tidak pernah bisa menyiapkan tenaga siap kerja. Tak akan habis ceritanya. Aku hanya melihat kembali ke dalam diri ini, ternyata aku bukan seorang guru :)

Juga, film ini menampilkan tentang wanita di masa lalu. Tentang, menjalani apa yang mereka anggap sudah dikodratkan. Tentang pandangan seorang wanita akan hidup berumah tangga setelah selesai sekolah. Tentang mulianya menjadi seorang istri dan ibu di masa depan walaupun masih banyak keinginan untuk membangun diri, bersekolah, atau bahkan mengejar cita-cita yang lain. Dan, kembalikan lagi pada diri ini, mmm.. aku hanya bisa tersenyum.

Senyum Monalisa. Sejenak, membuat aku melihat kembali pada diri. Melihat kembali ke masa dimana aku berpikir: akan seperti apakah masa depanku nanti. Ke masa di mana aku masih bertanya: siapakah yang akan mendampingiku hingga masa tuaku nanti. Dan sekarang, aku ada di sini. Di masa yang mungkin sama sekali tak pernah kubayangkan. Dan mungkin, akupun bisa tersenyum, seperti Monalisa. :)